Ini dia Sosok yang memiliki kedekatan dengan Bupati Bintan Non Aktif
Sosok ASN Bintan yang Ditakuti Dikalangan ASN Kab Bintan, Begini Ceritanya
Sosok ASN yang memiliki kedekatan dengan bupati bintan non aktif
KEPRINEWS | BINTAN - Seorang Aparatur sipil negara (ASN) di pemerintahan Kabupaten Bintan yang telah mengabdi sekitar 11 tahun cukup menjadi perhatian dikalangan seluruh ASN di Pemkab Bintan. Walupun terbilang baru namun jenjang karirinya melejit bak air sungai yang mengaliri lereng sawah Tanpa hambatan, dan kini jabatannya sudah menjadi Camat di Gunung Kijang di Pemerintahan Kabupaten Bintan.
Arif Sumarsono adalah sosok pemuda Toapaya yang karirnya dimulai dari dunia organisasi yaitu sebagai ketua karang taruna pada pada tahun 2009, dirinya juga pernah menjadi seorang pendamping Dinas Sosial sebelum menjadi ASN di Pemkab Bintan. Diangkat sebagai ASN Bintan pada tahun 2010 dengan pangkat golongan II b. Pada saat itu para tokoh dan organisatoris tidak begitu banyak yang mengenal Arif Sumarsono.
Seiring Berjalan nya waktu, Perlahan tapi pasti dimana masa pemerintahan Kabupaten Bintan dipimpin oleh Apri sujadi, sosok Arif Sumarsono langsung menjadi sosok pemuda yang sangat berpengaruh di Pemerintah Kabupaten Bintan, tidak hanya masukan nya yang didengar Bupati Bintan, dirinya juga diduga diberikan kewenangan khusus oleh bupati bintan Apri Sujadi untuk mengevaluasi seluruh ASN Bintan golongan III dan IV bahkan golongan II.
Sebelum menjabat sebagai Camat Gunung Kijang, Arif Sumarsono pernah menjadi Lurah di Kelurahan Kawal. Bagi masyarakat sekitar, sosok Arif Sumarsono sudah tidak asing lagi. Kiprahnya sebagai pemimpin wilayah dianggap sukses dilingkungan ASN Bintan dalam menjaga popularitas kepala daerah.
Dalam memberikan pelayanan, sosok Arif Sumarsono selaku camat banyak pro dan kontra dalam penyelenggaraan pemerintahan. Sebut saja permasalahan lahan yang pernah dimohonkan oleh salah seorang anggota Dewan untuk penerbitan Surat Keterangan Tanah, dimana permohonan yang diajukan oleh saudara T tidak mendapatkan respon, dan permasalahan tersebut sempat dilaporkan oleh saudara T ke lembaga ombudsmant.
Tidak hanya itu saja, berbagai persoalan yang pernah menyudutkan dirinya, serta membuatnya viral juga hilang begitu saja. Arif Sumarsono memang dikenal cukup hebat dan kebal dari permasalahan yang ada diwilayah kerjanya. Dan ternyata, sosok Arif Sumarsono adalah orang yang dikenal sangat dekat dengan Bupati Bintan Apri Sujadi di saat kepemimpinannya, sehingga berbagai permasalahan dan persoalan mendapat perlakukan khusus atau perlindungan baginya, yang membuat Arif Sumarsono camat Gunung Kijang selalu aman dari kesalahan dalam penyelenggaraan di Pemerintahan.
Dikenal cukup dekat dengan Bupati Bintan Non Aktif Apri Sujadi, Arif Sumarsono selaku Camat Gunung Kijang Kabupaten Bintan, mempunyai kemampuan yang sangat luar biasa, sehingga Arif Sumarsono merupakan figur penentu bagi karir ASN diBintan jika ada mutasi jabatan, dan kedekatannya dengan Bupati Bintan Apri Sujadi membuat ASN Bintan segan dan takut, takut akan bisikan.
Dikalangan ASN Bintan khususnya para Camat dan Lurah sekabupaten Bintan, Arif Sumarsono dijuluki sebagai ketua, karena dirinya mampu mengkordinir seluruh Camat dan Lurah Se Kabupaten Bintan. Berdasarkan informasi yang beredar diduga Arif Sumarsono masih ada hubungan saudara dengan Istri Bupati Non Aktif.
Selama masa kepemimpinannya sebagai Camat Gunung Kijang, Arif Sumarsono juga tidak memiliki prestasi yang membanggakan sebagai pimpinan wilayah disaat menjabat sebagai lurah kawal dan sebagai camat Gunung Kijang pun hingga kini untuk mengantarkan Kabupaten Bintan ke tingkat Provinsi atau tingkat nasional dalam berbagai agenda atau event di Pemerintahan.
Diketahui sebagai pemimpin harusnya dapat membedakan pekerjaan sebagai ASN yang profesional, dan sebagai orang dekatnya Bupati Bintan. Seharusnya sebagai ASN istimewa sosok Arif Sumarsono banyak mendulang prestasi dan kenerja sehingga dapat menjadi contoh oleh ASN lainya. Sebagai pemimpin yang efektif beliau harusnya memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan antara kepentingan pekerjaan profesionalisme dan kepentingan pimpinan sehingga tidak terlihat adanya aroganisme seorang kepala wilayah, walaupun itu hanya setingkat camat.